Tampilkan postingan dengan label Kelistrikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelistrikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Perbedaan Saklar ( Switch ) Pengendali Positif Dengan Pengendali Negatif

Kelistrikan merupakan salah satu sistem yang ada pada kendaraan mobil. Dari segi perbaikan, untuk memperbaiki sistem kelistrikan pada mobil lumayan sulit dibanding dengan sistem - sistem mekanik yang ada. Yang mana dalam mencari kesalahan ( trouble shooting ) harus memiliki keahlian khusus dan kejelihan dalam membaca rangkian kelistrikan pada buku manual.

Berbeda dengan komponen - komponen mekanik pada mobil, jika ada komponen mekanik yang rusak maka mekanik dapat dengan mudah menemukan kerusakannya bahkan tanpa alat pengukur. Oleh karena itu, jika kita ingin memiliki kemampuan lebih dalam memperbaiki sistem kelistrikan, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengtahui teori-teori dasar kelistrikan seperti, kode warna kabel, fungsi komponen - komponen kelistrikan, membaca wering diagram dan merangkai sistem kelistrikan.

Dengan rangkian kelistrikan yang ada kita dapat dengan mudah membaca arah arus listrik ( current flow). Selian itu, kita juga harus paham jenis pengendali saklar yang ada pada rangkian. Karena jika kita tidak mengetahui jenis pengendali saklar, maka dijamin kita akan kesulitan menemukan komponen yang rusak  pada sistem kelistrikan.

Adapun jenis - jenis pengendali saklar pada sistem kelistrikan yaitu :

A. Saklar Pengendali Positif
Saklar pengendali positif adalah saklar yang ditemparkan pada arah aliran arus positif. Saklar positif fungsinya adalah untuk memutus dan menghubungkan tegangan positif pada rangkaian kelistrikan.

saklar pengendali positif
Saklar pengendali positif
Dari gambar rangkain diatas, dapat kita simpulkan bahwa :
a. Saklar berada pada jalur ( kabel ) positif
b. Tegangan Negatif ( - ) pada lampu selalu standby / ada
c. Tegangan Positif ( + ) pada lampu akan ada jika switch/ saklar ON

Dari kesimpulan diatas, jika kita ingin memeriksa tegangan pada beban ( bola lampu ) maka switch harus di ON kan. Sedangkan Negatif baterai akan selalu ada tidak terpengaruh oleh kondisi saklar.


B. Saklar Pengendali Negatif
Saklar pengendali Negatif  adalah saklar yang ditemparkan pada arah aliran arus Negatif. Saklar Negatif  fungsinya adalah untuk memutus dan menghubungkan tegangan Negatif pada rangkaian kelistrikan.
saklar pengendali negatif
Saklar pengendali negatif
Dari gambar rangkain diatas, dapat kita simpulkan bahwa :
a. Saklar berada pada jalur ( kabel ) Negatif
b. Tegangan Negatif ( - ) pada lampu akan ada jika switc / saklar ON
c. Tegangan Positif ( + ) pada lampu akan selalu stand by / ada

Dari kesimpulan diatas, jika kita ingin memeriksa tegangan pada beban ( bola lampu ) maka switch tidak harus  ON kan. Sedangkan pemeriksaan tegangan  Negatif baterai saklar harus di ON kan.


Rabu, 28 Maret 2018

Macam-Macam Saklar ( Switch ) Yang Di Gunakan Pada Mobil

Mobil terdiri dari berbagai mekanis penggerak untuk menjalankan komponen - komponen agar bekerja dengan baik sesuai dengan perintah dari pengemudinya. Ada yang menggunakan mekanisme mekanik dan juga ada yang menggunakan mekanisme listrik untuk mengaaktifkannya.

Contoh beberapa komponen yang digerakkan menggunakan mekanisme mekanik, yaitu :
1. Rem Kaki
2. Rem Tangan
3. Pemindah gigi
4. Dll

Sedangkan komponen - komponen yang diaktifkan menggunakan mekanisme listrik, yaitu :
1. Lampu- lampu
2. Indikator pada dasrbord
3. Sensor-sensor
4. Dll

Namun, terkhusus pada artikel ini hanya akan dibahas mengenai mekanisme listrik. Dan jika kita membahas mengenai kelistikan pada mobil maka kita akan menjumpai banyak sekali switch ( saklar ).

Saklar pada sistem kelistrikan berfungsi untuk memutus dan menghubungkan sistem kelistrikan. Dengan adanya saklar, maka setiap komponen dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan oleh pengemudi. Saklar pada mobil memiliki 2 ( dua ) jenis pengendali, yaitu :

a. Pengendali Positif
Saklar jenis pengendali positif ini terletak pada jalur positif arus listrik. Fungsinya menghubungkan dan memutuskan arus listrik Positif (+).


b. Pengendali Negatif
saklar jenis pengendali negatif ini terletak pada jalur negatif arus listrik. Fungsi menghubungkan dan memutus arus listrik Negatif (-).

Adapun jenis-jenis saklar yang digunakan pada mobil yaitu :

1. Saklar Putar ( Ignition Switch )

saklar putar (ignition switch )
Saklar putar (ignition switch )

Saklar putar atau ignition switch adalah jenis saklar yang cara penggunakaanya diputar. Biasanya digunakan pada kunci kontak mobil yang menggunakan anak kunci untuk memutarnya.

2. Saklar Tekan ( Push Switch )

saklar tekan ( Push Switch )
Saklar tekan ( Push Switch )

Saklar tekan adalah jenis saklar yang cara penggunaanya ditekan sekali untuk mengaktifkannya dan ditekan kembali untuk melepasnya ( meng off kannya). Saklar jenis ini digunakan pada lampu hazard pada mobil.

3. Saklar Ungkit ( Seesaw Switch )

Saklar Ungkit ( Seesaw Switch )
Saklar Ungkit ( Seesaw Switch )

Saklar ungkit adalah jenis saklar yang cara penggunaannya ditekan. Saklar ungkit biasanya digunakan untuk mengaktifkan sistem pengunci pintu mobil.

4. Saklar Tuas  ( Lever Switch )

Saklar Tuas ( Lever Switch )
Saklar Tuas ( Lever Switch )

Saklar ungkit adalah jenis saklar yang cara penggunaannya diungkit menggunakan tangan. saklar jenis ini terletak pada stir mobil yang digunakan untuk mengaktifkan jenis lampu belok.


5. Saklar Level  ( Reed Stich )

Saklar Level ( Reed Switch )
Saklar Level ( Reed Switch )

saklar level adalah  saklar yang cara pengaktifkannya tidak dilakukan oleh manusia. Namun secara otomatis akan aktif sesuai dengan level standar yang ditentukan. Jenis saklar ini digunakan pada tabung penyimpan minyak rem, tabung pemisah air dan bahan bakar solar, serta terdapat pada tangki bahan bakar.

6. Saklar Temperatur ( Temperatur Switch )

Saklar Temperatur ( Temperatur Switch )
Saklar Temperatur ( Temperatur Switch )

Saklar temperatur adalah saklar yang bekerja secara otomatis terhadap temperatur disekitarnya. jenis saklar ini digunakan pada saklar pengukur suhu air pendingin mesin.

Rabu, 14 Maret 2018

Jenis - Jenis Motor Stater Yang Digunakan Pada Mobil

Motor stater yang terpasang pada mobil  berfungsi sebagai pemutar awal mesin yang memutarkan flywheel ( roda gila ) dengan prinsip memutar dan melepaskannya kembali. Tenaga putaran awal yang besar berbanding lurus dengan arus besar yang dibutuhkan oleh motor stater. Biasanya motor stater tegangannya dirangkai langsung ke Baterai. Tujuannya adalah agar arus dari baterai bisa mensuplay secara maksimal tanpa ada hambatan melalu komponen - komponen kelistrikan yang lain.  

Selain itu, motor stater juga tidak dapat melakukan stater terlalu lama dalam satu waktu. Waktu yang diperbolehkan selama stater dalam satuan waktu lebih kurang 10 detik lamanya. Hal ini mencegah motor stater panas yang berlebih. karena panas yang berlebih mengakibatkan kumparan pada motor stater ataupun magentic switch putus. Jika putus, maka akan sulit untuk dilakukannya perbaikan. 

Motor stater yang digunakan pada setiap kendaraan mempunyai jenis - jenis yang berbeda. Hal ini dibuat sesuai dengan kebutuhan dan fungsi dari motor stater itu sendiri. Karena perbedaan mesin pada setiap kendaraan akan memerlukan tenaga putar awal yang berbeda juga. Atas dasar alasan itulah desain motor stater menjadi berbeda - beda dengan torsi putaran yang berbeda juga. 

Adapun jenis - jenis motor stater yang digunakan pada kendaraan yaitu : 

1. Motor Stater Jenis Konvesional


Jenis Motor Stater Konvensional
Jenis Motor Stater Konvensional

Motor stater jenis konvensional adalah motor stater dengan mekanisme yang paling sederhana. Jenis motos stater ini termasuk dalam generasi pertama untuk mobil - mobil yang mempunayi kubikasi mesin yang kecil. Jenis motos stater ini digunakan untuk jenis - jenis kendaraan niaga ataupun MPV dengan kapasitas CC mesin yang kecil. 


2. Motos Stater Jenis Planetari


Mekanisme motor stater planetary
Mekanisme motor stater planetary


Jenis motos stater planteri sama seperti jenis motos stater konvensional jika dilihat dari bentuknya. Namun dari segi momen dan suara yang dihasilkan sangat berbeda. Dimana jenis motor stater planetari memiliki momen putar awal yang sedikit lebih besar serta suara yang lebis halus. Maka wajar jika jenis motos stater ini digunakan untuk jenis - jenis sedan super mewah.

Konstruksi tipe planetari menggunakan planetari gear untuk mengurangi kecepatan putaran armature. Secara mekanis, jenis motor ini lumayan rumit karena terdapat gigi planetari didalamnya. Kalau dilihat secara terperinci mirip - mirip seperti cara kerja transmisi otomatis. Fungsinya adalah untuk mengkonversi putaran dari armatur coil ke gigi pinion.

Adapun perbandingan putaran putaran dari armatur ke pinion gear yaitu 5 : 1 . Ini artinya, 5 kali putaran armatur akan menghasilkan 1 kali putaran pinion gear.


Damping Device motor stater jenis planetary
Damping Device motor stater jenis planetary

Cara kerja Damping device :
Untuk memindahkan tenaga putar,antara Internal gear dan Clutch plate dilengkapi dengan peredam,
Tenaga putar motor dibawah torsi tertentu,  clutch plate dan internal gear akan berputar bersama sama ( dalam keastuan )

Tenaga putar motor diatas torsi tertentu ( crankshaft macet ), maka clutch plate akan memutuskan hubungan dengan internal gear ( slip ) ini untuk mencegah motor terbakar

3. Motor Stater Jenis Reduksi


Jenis Motor stater reduksi
Jenis Motor stater reduksi

Ini adalah jenis motor stater yang ada pada saat ini. Secara bentuk, motor stater reduksi lebih besar dibanding dengan kedua motor stater diatas. Ini karena memang fungsi utamanya yang mengelurakan tenaga putaran awal  besar yang digunakan untuk memutarkan mesin - mesin yang berkubikasi ( CC ) yang super besar.

Tipe motor stater ini terdiri dari sebuah magnetic switch,sebuah motor berkecepatan tinggi yang sangat kompak, beberapa roda gigi reduksi, sebuah pinion gear dan stater cluth. Roda gigi ekstra ( idle gear) memperlambat putaran motor sampai sepertiga atau seperempat putaran dan memindahkan putaran tersebut ke pinion gear. 

Jenis motor stater reduksi digunakan pada kendaraan - kendaraan Niaga yang besar seperti Truck, buldoser, tractor dan lain - lain. 

Rabu, 07 Maret 2018

Cara Kerja Sistem Stater Dan Motor Stater Pada Mobil Dengan Current Flow ( Arah Aliran Arus )

Motor stater sebagai penggerak utama untuk memutarkan mesin harus mendapatkan suplay tegangan yang tepat agar berputar maksimal. Kesalahan dalam pemasangan / perakitan sistem kelistrikan pada mobil akan menyebabkan kerusakan pada motor stater dan kabel yang bisa terbakar.

Oleh karena itu, biasanya sistem kelistrikan motor stater yang tepasang pada mobil menggunakan relay yang berfungsi agar tegangan bypass dari baterai langsung ke motor stater tanpa terhambat di switch yang mengakibatkan switch tersebut akan panas dan rusak.

Selain itu pemilihan diameter kabel juga sangat penting, karena arus awal yang dibutuhkan oleh motor stater pada putaran awal adalah 8 Ampre. Dimana arus ini harus disesuaikan dengan diameter kabel yang sesuai agar kabel tidak meleleh.

Pada materi ini, akan dijelaskan 2 hal, yaitu : 

1. Cara Kerja Rangkain Sistem Stater
Dimana pada materi ini akan dijabarkan bagaimana cara merakit rangkain motor stater yang ada pada mobil. Dari mulai baterai, ignition swith, relay dan motor stater. 



Gambar rangkaian sistem Kelistrikan Motor Stater Saat OFF
Dari gambar rangkaian sistem stater diatas, maka dapat kita jelaskan arah arus ( Current Flow ) nya. Bagi anda yang belum tahu, bahwa pembacaan arah arus harus dimulai dari positif (+) tegangan baterai. 

Tegangan dari positif (+) baterai akan mengalir ke kunci kontak dan relay. Pada saat kunci kontak posisi Stater, maka kumparan coil pada relay akan menjadi magnet yang mengakibatkan tertariknya kontak poin. Kontak poin yang terhubung akan mengalirkan tegangan langsung dari baterai ke terminal 50 / ST pada motor stater. Dan motor stater akan hidup selama switch stater masih pada posisi ST, jika dilepas maka stater pun akan mati ( berhenti berputar). Untuk lebih jelasnya arah aliran arus pada saat posisi Stater, lihat gambar dibawah ini. 

Gambar rangkaian sistem Kelistrikan Motor Stater Saat Posisi Stater (ON)


2. Cara Kerja Motor Stater
Pada materi ini akan lebih spesifik arah aliran arus yang terjadi didalam motor stater itu sendiri. Seperti terjadinya Pull in coil , hold in coil dan bagaimana proses motor stater bisa berputar.

cara kerja motor stater
Cara kerja motor stater Pull In Coil ( Menarik ) dan Hold In Coil ( Menahan)
Dari gambar diatas dapat kita jelaskan arah arus ( current flow ) yang masuk ke motor stater. Tegangan dari baterai mengalir ke ingition switch (ST) lalu menuju ke terminal 50 ( terminal ST pada motor stater ) yang terletak pada pada magnetic switch. Tegangan dari terminal 50 akan mengalir ke kumparan Pull In Coil, dimana pada kumparan ini (Pull In Coil ) belum terjadi kemagnetan karena tegangan masih mengalir ke terminal C dan masuk ke  field Coil motor stater  dan mengalir ke Brush positif (+). Brush positif (+) yang menekan komutator akan mengalirkan tegangan dari field coil ke armatur, dimana pada armatur juga ada brush yang bermuatan negatif (-) yang langsung berhubungan dengan bodi motor stater. Maka akibat dari hal ini yang terjadi adalah :

a. Kemagnetan pada Pull In Coil Akan Tejadi, akibatnya magnetic switch akan menarik drive lever, dan drive lever akan mendorong stater cluth agar pinion gear dapat memutarkan ring gear ( roda flywhell).

b. Armatur akan berputar dengan sangat lambat, karena suplay tegangan dari baterai yang masih kecil. Hal ini memang sengaja dibuat seperti ini agar pada saat pinion gear bersentuhan dengan roda fly whell lebih halus dan tidak ada hentakan ( karena putaran yang pelan ).

Setelah terjadi kemagnetan Pull In Coil pada magnetic switch, tegangan juga mengalir ke kumparan Hold In Coil. Dimana pada kumparan ini, magnetic switch akan menahan tarikan Pull In Coil yang mengakibatkan terhubungnya terminal 30 ( terminal ) dengan terminal C. Dimana terjadi suplay tegangan By Pass dari baterai ke armatur. Maka dengan penambahan tegangan ini, armatur akan berputar lebih kencang karena adanya tambahan tegangan. Dan Motor stater pun bekerja dengan maksimal, sampai nanti kunci kontak Off ( Tidak pada posisi Stater ).

Dan kamu juga harus tahu, bahwa tidak disarankan menstater dalam waktu lebih dari 10 detik dalam satu waktu. Karena hal ini akan mengakibatkan setiap kumparan yang ada akan semakin panas. Dan panas yang terjadi akan memicu kumparan menjadi putus. Oleh sebab itu, jika mobil kamu susah hidup  dalam satu kali stater, maka alangkah baik jangan terlalu lam dalam satu kali menstater. 

Selasa, 06 Maret 2018

Nama Komponen - Komponen Motor Stater Beserta Fungsinya






Motor stater terdiri dari beberapa macam komponen yang berkerja saling menudukung. Untuk mengetahui cara kerja sistem motor stater, maka kita terlebih dahulu harus mengetahui fungsi komponen- komponennya. 

Atas dasar itu, saya akan coba menjelaskan beberapa komponen - komponen penting pada motor stater. Diantaranya yaitu : 

1. Switch Magnetic 
Fungsi Switch lever adalah untuk menghasilkan kemagnetan full in coil ( mendorong ) dan Hold In Coil ( Menahan )
magnetic switch
Magnetic switch



2. Yoke 
Fungsi Yoke adalah sebagai bantalan ( rumah ) fiel coil. 

Yoke motor stater
Yoke motor stater


3. Armature 
Fungsi Armatur  adalah untuk menghasilkan garis - garis gaya magnet yang mengakibatkan armatur berputar didalam fiel coil. 

armatur
Armatur 


4. Sikat ( Brush )
Fungsi sikat / brush adalah sebagai penghubung tegangan yang masuk ke armatur yang berasal dari fiel coil. Material brush yang terbuat dari karbon akan mudak aus. Jika terjadi keausan melebihi batas minimal, maka ganti brush dengan yang baru. Karena jika tidak diganti, maka tegangan yang mengalir ke armatur akan terhambat yang mengakibatkan putaran motor stater tidak akan sempurna atau bahkan sama sekali tidak berputar. 
brush
Brush



5. Tuas Penggerak ( Drive Lever )
Fungsi tuas penggerak adalah untuk mendorong gigi pion memutarkan flywhell saat mulai stater dan menarik gigi pinion saat stater Off.
drive lever
Drive lever



6. Kopling ( Cluth ) 
Fungsi kopling / cluth yang bersatu dengan gigi pinion adalah meneruskan putaran armature ke flywheel dan mencegah terjadinya perpindahan putaran dari mesin ke motor stater. 

Kopling
Kopling






Cara kerja Magnetic Swith 
Pada saat start :
Jika outer race berputar lebih cepat dari inner race, maka roller akan terdorong oleh pegas ke sisi yang sempit, akibatnya inner race ikut berputar 

Setelah mesin hidup :
Jika inner race berputar lebih cepat dari outer race ( karena terbawa oleh putaran fly wheel ), roller akan terbawa ke sisi yang lebih lebar ( melawan pegas ), akibatnya inner race tidak berhubungan dengan outer race 


Senin, 05 Maret 2018

Pemeriksaan Komponen - Komponen Alternator

Alternator adalah salah satu komponen yang terdapat pada sistem pengisian. Alternator berfungsi mengubah gerakan mekanik ( putaran ) menjadi arus listrik. Dengan memanfaatkan medan magnet yang terjadi pada rotor coil, maka akan mengakibatkan terjadinya perpotongan garis - garis gaya magnet yang  terjadi pada stator coil yang mengakibatkan timbulnya arus listrik pada stator coil. Arus inilah yang menjadi sumber utama untuk mensuplay tegangan ke baterai dan komponen-komponen kelistrikan yang lain.

Agar alternator bekerja maksimal, maka dibutuhkanlah perawatan yang baik agar setiap komponen yang ada tidak rusak. Dimana kerusakan yang terjadi pada alternator dapat mengakibatkan baterai kendaraan anda akan mudah soak akibat tidak adanya sistem pengisian arus listrik yang terjadi. Oleh karena itu, jika alternator rusak maka harus dilakukan perbaikan dengan memeriksa komponen - komponennya dan membandingkan dengan standart yang ada pada buku panduan ( manual ).

Berikut ini adalah cara pemeriksaan komponen - komponen alternator. Lakukanlah penyetelan, perbaikan dan penggantian jika terdapat bagian - bagian yang aus ( terkikis ), rusak atau terdapat kelainan sewaktu pemeriksaan.

1. Pemeriksaan Slip Ring
pemeriksaan slip ring
Pemeriksaan slip ring

a. Periksa permukaan slip ring apakah kotor. Bersihkan dengan kain yang bersih dan alkohol
b. Ukur diameter slip ring 

Ukuran standar : 24,8 mm 
Ukuran minimum : 33,8 mm
Apabila diamater slip ring lebih kecil dari batas spesifikasinya gantilah slip ring


2. Pemeriksaan Hubungan Stator Coil
pemeriksaan hubungan stator coil
Pemeriksaan hubungan stator coil
  

a. Ukur tahanan rotor coil 
Tahanan rotor coil diukur pada suhu ruangan 20 Derajat celcius

Ukuran standar : 2,45 Ohm 


3. Pemeriksaan Kebocoran Stator Coil dengan Rotor Core  
pemeriksaan kebocoran stator coil
Pemeriksaan kebocoran stator coil

Periksa hubungan antara slip ring dengan rotor core  yang bermuatan negatif. Jika ada hubungan diantara keduanya, maka terjadi kebocoran pada toro coil dan harus diganti. 


4. Pemeriksaan Hubungan Stator Coil
Pemeriksaan hubungan stator coil
Pemeriksaan hubungan stator coil

Periksa hubungan stator coil pada setiap ujungnya. Harus ada hubungan diantara semuanya, jika tidak ada hubungan seluruhnya atau sebagian maka stator coil putus dan harus diganti. Standar nilai hubungan antara terminal N yaitu 0,07 Ohm

5. Pemeriksaan kebocoran Stator Coil dengan Stator Core
Pemeriksaan kebocoran stator coil
Pemeriksaan kebocoran stator coil

Periksa hubungan antara stator coil dengan stator Core. pastikan tidak hubungan diantara keduanya. Jika ada hubungan, maka terjadi kebocoran pada stator coil dan harus diganti. 


6. Pemeriksaan Panjang  Brush ( Sikat )
Pemeriksaan panjang brush
Pemeriksaan panjang brush

Dengan menggunakan penggaris, ukurlah panjang Brush. 
Ukuran standar     : 20 mm 
Ukuran minimum : 6 mm

Ganti brush jika sudah melebihi batas minimum. 

Selasa, 27 Februari 2018

Cara Pembongkaran ( Over Houl ) Dan Pemeriksaan Motor Stater

Motor stater adalah komponen yang berfungsi sebagai pemutar awal pada mesin. Walaupun bentuknya kecil, motor stater dapat mengeluarkan tenaga (momen) yang besar untuk memutar poros engkol melalui Fly Whell ( roda gila ).

Cara pengoperasian motor stater juga harus hati - hati agar tidak mudah rusak dan terbakar. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada motor stater yaitu tidak boleh terlalu lama ( lebih dari 10 detik ) pada posisi stater. Karena pada teorinya, jika terlalu lama pada posisi stater, maka kumparan field coil akan menjadi panas dan terbakar.

Untuk mengetahui kerusakan pada komponen - komponen motor stater adalah dengan membongkarnya dan memeriksa setiap komponen yang disesuiakan dengan buku manual yang sesuai dengan spesifikasi motor stater tersebut.

Baiklah, berikut ini adalah langkah - langkah pembongkaran motor stater dan pemeriksaan komponen - komponennya.

1. Melepas Kabel Utama / Terminal C
 Dengan menggunakan kunci 12, bukalah dengan hati - hati mur pengikat terminak C yang terhubung ke field Coil.

2. Melepas Baut Magnetic Switch
Dengan menggunakan kunci 10, bukalah kedua mur pengunci magnetic switch.

3. Melepas Magnetic Switch dari Drive Housing
Setelah kedua mur terlepas, tarik dan keluarkan magnetic switch dari drive housing secara perlahan - lahan, karena bagian ujungnya masih berkait dengn drive lever.

4. Melepas Prame Dari Cover Belakang
Menggunakan kunci 10, bukalah kedua baut cover belakang.

6. Melepas Sring dan Brush dari Brush Holder
Dengan sangat hati-hati, bukalah pelan-pelan spring yang menahan brush. Saran, gunakanlah penutup kain pada saat melepas spring agar spring tidak lepas ke sembarang arah.


6. Melepas Insulator dari Brush Holder
Lepaslah insulator brush dari frame. 



7. Melepas Yoke dari Armatur

8. Melepas Drive Lever dan Armatur dari Drive Housing

9. Melepas Plat Washer dari Shaft

10. Melepas Stop Collar dari Shaft

11. Melepas Snap Ring dari Shatf

12. Melepas Stater Clutch dari Shaft
Pemeriksaan komponen - komponen motor Stater

1. Memeriksa Hubungan armatur dengan komutator
Gunakan ohm meter, pastikan bahwa tidak ada hubungan antara comutator dengan core, jika ada ganti armature. 



2. Memeriksa Komutator dari Sirkuit Terbuka
Gunakan ohm meter, pastikan nilai tahanan dari setiap segment  comutator harus mendekati nol  ( dalam x1 ohm )
3. Memeriksa segmen komutator
Periksa kontak commutator segment dengan brush dari bekas terbakar dsb, jika permukaan brush kotor / terbakar bersihkan dengan kertas amplas .
4. Memeriksa Run Out / kebalingan Komutator
Dudukkan armature pada “V” blok, periksa runout dengan jalan memutar commutator, dan ukurlah menggunakan dial gauge bila tidak masuk spesifikasi, lakukan perbaikan. 


5. Memeriksa Diameter Komutator
Lakukan pengukuran diamter commutator menggunakan micrometer atau vernier caliper. Jika nilai hasil pengukuran dibawah spesifikasi gantilah armature.






6. Mengukur Alur Komutator
Ukur kedalaman  lekukan commutator segment, jika kurang dari 0,2 mm lakukan perbaikan Spesifikasi 0,5 – 0,8 mm.


7. Mengukur Hubungan Field Coil
Periksa hubungan antara kabel utama dan brush, gunakan ohm meter & pastikan harus ada hubungan dengan nilai mendekati “ 0 “ohm. Bila tidak ganti yoke atau periksa penyambungan brush ke field coil.

8. Mengukur Hubungan Field Coil dengan Massa
Gunakan ohm meter periksa apakah ada hubungan singkat antara brush & yoke bila ada ganti yoke.
9. Mengukur Ketebalan Brush
Jika panjang brush kurang dari spesikasi ( 6 – 10 mm ) gantilah brush