Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Cara Kerja Sistem Stater Dan Motor Stater Pada Mobil Dengan Current Flow ( Arah Aliran Arus )

Motor stater sebagai penggerak utama untuk memutarkan mesin harus mendapatkan suplay tegangan yang tepat agar berputar maksimal. Kesalahan dalam pemasangan / perakitan sistem kelistrikan pada mobil akan menyebabkan kerusakan pada motor stater dan kabel yang bisa terbakar.

Oleh karena itu, biasanya sistem kelistrikan motor stater yang tepasang pada mobil menggunakan relay yang berfungsi agar tegangan bypass dari baterai langsung ke motor stater tanpa terhambat di switch yang mengakibatkan switch tersebut akan panas dan rusak.

Selain itu pemilihan diameter kabel juga sangat penting, karena arus awal yang dibutuhkan oleh motor stater pada putaran awal adalah 8 Ampre. Dimana arus ini harus disesuaikan dengan diameter kabel yang sesuai agar kabel tidak meleleh.

Pada materi ini, akan dijelaskan 2 hal, yaitu : 

1. Cara Kerja Rangkain Sistem Stater
Dimana pada materi ini akan dijabarkan bagaimana cara merakit rangkain motor stater yang ada pada mobil. Dari mulai baterai, ignition swith, relay dan motor stater. 



Gambar rangkaian sistem Kelistrikan Motor Stater Saat OFF
Dari gambar rangkaian sistem stater diatas, maka dapat kita jelaskan arah arus ( Current Flow ) nya. Bagi anda yang belum tahu, bahwa pembacaan arah arus harus dimulai dari positif (+) tegangan baterai. 

Tegangan dari positif (+) baterai akan mengalir ke kunci kontak dan relay. Pada saat kunci kontak posisi Stater, maka kumparan coil pada relay akan menjadi magnet yang mengakibatkan tertariknya kontak poin. Kontak poin yang terhubung akan mengalirkan tegangan langsung dari baterai ke terminal 50 / ST pada motor stater. Dan motor stater akan hidup selama switch stater masih pada posisi ST, jika dilepas maka stater pun akan mati ( berhenti berputar). Untuk lebih jelasnya arah aliran arus pada saat posisi Stater, lihat gambar dibawah ini. 

Gambar rangkaian sistem Kelistrikan Motor Stater Saat Posisi Stater (ON)


2. Cara Kerja Motor Stater
Pada materi ini akan lebih spesifik arah aliran arus yang terjadi didalam motor stater itu sendiri. Seperti terjadinya Pull in coil , hold in coil dan bagaimana proses motor stater bisa berputar.

cara kerja motor stater
Cara kerja motor stater Pull In Coil ( Menarik ) dan Hold In Coil ( Menahan)
Dari gambar diatas dapat kita jelaskan arah arus ( current flow ) yang masuk ke motor stater. Tegangan dari baterai mengalir ke ingition switch (ST) lalu menuju ke terminal 50 ( terminal ST pada motor stater ) yang terletak pada pada magnetic switch. Tegangan dari terminal 50 akan mengalir ke kumparan Pull In Coil, dimana pada kumparan ini (Pull In Coil ) belum terjadi kemagnetan karena tegangan masih mengalir ke terminal C dan masuk ke  field Coil motor stater  dan mengalir ke Brush positif (+). Brush positif (+) yang menekan komutator akan mengalirkan tegangan dari field coil ke armatur, dimana pada armatur juga ada brush yang bermuatan negatif (-) yang langsung berhubungan dengan bodi motor stater. Maka akibat dari hal ini yang terjadi adalah :

a. Kemagnetan pada Pull In Coil Akan Tejadi, akibatnya magnetic switch akan menarik drive lever, dan drive lever akan mendorong stater cluth agar pinion gear dapat memutarkan ring gear ( roda flywhell).

b. Armatur akan berputar dengan sangat lambat, karena suplay tegangan dari baterai yang masih kecil. Hal ini memang sengaja dibuat seperti ini agar pada saat pinion gear bersentuhan dengan roda fly whell lebih halus dan tidak ada hentakan ( karena putaran yang pelan ).

Setelah terjadi kemagnetan Pull In Coil pada magnetic switch, tegangan juga mengalir ke kumparan Hold In Coil. Dimana pada kumparan ini, magnetic switch akan menahan tarikan Pull In Coil yang mengakibatkan terhubungnya terminal 30 ( terminal ) dengan terminal C. Dimana terjadi suplay tegangan By Pass dari baterai ke armatur. Maka dengan penambahan tegangan ini, armatur akan berputar lebih kencang karena adanya tambahan tegangan. Dan Motor stater pun bekerja dengan maksimal, sampai nanti kunci kontak Off ( Tidak pada posisi Stater ).

Dan kamu juga harus tahu, bahwa tidak disarankan menstater dalam waktu lebih dari 10 detik dalam satu waktu. Karena hal ini akan mengakibatkan setiap kumparan yang ada akan semakin panas. Dan panas yang terjadi akan memicu kumparan menjadi putus. Oleh sebab itu, jika mobil kamu susah hidup  dalam satu kali stater, maka alangkah baik jangan terlalu lam dalam satu kali menstater. 

Sabtu, 24 Februari 2018

Perbedaan Antara Over Size Dengan Under Size

Dalam ilmu otomotif ada banyak sekali istilah - istilah yang dipakai oleh para mekanik, baik dalam hal pembongkaran mesin, perawatan dan pengukuran komponen - komponen mesin. Oleh karena itu, jika anda berniat untuk menjadi mekanik yang handal maka tidak ada salahnya jika anda mengenal sedikit istilah - istilah yang sering dipakai atau hanya sekedar untuk menambah pengalaman. Diantara istilah - istilah yang sering diucapkan oleh para teknisi tentang kerusakan komponen mesin adalah OVER SIZE dengan UNDER SIZE.

Bagi anda para pemilik kendaraan, jika sudah mendengar kerusakan mesin yang harus di OVER SIZE maka siap-siaplah menyediakan banyak dana untuk memperbaikinya. So, rawatlah dan lakukanlah perawatan ringan kendaraan kesayangan anda agar tetap awet dan tidak rusak parah.

Apa perbedaan OVER SIZE dengan UNDER SIZE  ?

1. OVER SIZE



Keausan pada silinder 


Kalau diartikan secara harfiah menurut bahasa Inggris adalah OVER ( Kelebihan ) dan SIZE ( Ukuran ). Jadi jika kita gabungkan maka artinya adalah kelebihan ukuran. Nah OVER SIZE ini biasanya digunakan untuk bagian - bagian mesin berlubang yang sudah mengalami keausan ( perubahan ukuran ). Contohnya adalah lubang silinder/ lubang piston.Lubang silinder rentan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh gesekan piston yang bertubi - tubi sehingga  mengakibatkan keausan. Maka cara perbaikannya adalah
a. Dengan memperbesar lubang silinder sesuai dengan ukuran OVERSIZE pada mesin.
   Contoh : Ukuran standart lubang slinder 50 mm
            Ukuran standart  piston 50,10 mm
            Hasil pengukuran Lubang silinder 50,20 mm
           
Maka dari hasil pengukuran diatas dapat disimpulkan terjadi celah sebesar 0,20 mm ( 50,20 mm - 50 mm = 0,20 mm ). Yang mana menurut standart pabrik bahwa hasil tersebut sudah dikatan rusak dan harus di OVERSIZE yang pertama. Maka lubang silinder harus diperbesar dengan ukuran 50,25 mm. Sedangkan piston nya harus diganti dengan ukuran yang Over Size Pertama ( mendekati ukuran 50,25 mm ). Ukuran piston ini banyak dijual di toko sparepart dan para penjual biasanya sudah paham dengan hal ini.

Pertanyaan : Mengapa lubang silinder tidak diperkecil saja ?
jawaban : memperkecil lubang silinder adalah hal yang sangat susah, mengingat fungsi utamanya  yang sangat vital. Adapun cara lain adalah dengan mengganti lubang silinder tersebut dengan yang baru. Namun, jenis silinder ini hanya digunakan untuk jenis-jenis tertentu saja.

2. UNDER SIZE
Under Size Pada Poros


Jika kita artikan maka UNDER (Dibawah) dan  SIZE (Ukuran). Jadi UNDER SIZE adalah komponen mesin yang berbentuk poros  yang mengalami keausan. Jika OVERSIZE ukurannya menjadi lebih besar, sedangkan UNDERSIZE ukurannya menjadi lebih kecil. Contohnya adalah poros - poros pada poros engkol. Perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan menambal bagian yang kecil dan merapikannya dengan cara dibubut sesuai dengan ukuran standart komponen.

Nah itulah perbedaan antara OVER SIZE dengan UNDER SIZE. Semoga dapat menambah wawasan tentang istilah - istilah perbaikan mesin. Jaga dan rawat mesin anda agar tetap menyemburkan tenaga.

Kamis, 22 Februari 2018

Apa Itu Over Houl Pada Mesin ?

overhoul mesin mobil
Overhoul Mesin Mobil ( sumber : Speedlab )

Mesin adalah jantung pacu yang ada pada setiap kendaraan bermotor. Oleh karena itu, mesin harus dalam kondisi prima jika ingin kendaraanmu tampil prima dan beringas dijalanan. Perawatan berkala adalah modal utama agar mesin dalam kondisi baik dan bertenaga.

Namun, jika kita abai dalam hal ini maka siap-siaplah kita akan mengeluarkan dana banyak karena terjadi kerusakan yang fatal pada mesin kendaraan kita. Hal yang paling ditakutkan bagi pemilik kendaraan adalah kerusakan mesin yang berakibat harus di OVER HOUl nya mesin tersebut. Apa itu Over Houl dan apa dampaknya bagi kendaraan ?

OVER HOUL adalah istilah yang digunakan oleh para bengkel ataupun mekanik untuk proses pembongkaran mesin secara menyeluruh (dipreteli sampai habis) untuk mengecek komponen-komponen vital mesin dan membersihkannya dari kerak-kerak oli yang menempel ataupun menyumbat saluran oli. Pemeriksaan ini dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak komponen tersebut dan juga menggunakan alat pengukuran yang presisi.

Yang menyedihkan lagi kalau harus melakukan OVER SIZE pada lubang silinder. Dimana pada kasus ini ukuran piston dengan lubang silinder sudah tidak lagi presisi. Maka solusinya lubang silinder harus dibesarkan dan membeli piston baru dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran standar.


oversize silinder
Over Size Silinder Mesin Mobil

Maka tak heran kalau proses penegerjaan OVERHOUL membutuhkan waktu paling cepat 1 minggu. Tentunya hal ini akan berakibat buruk bagi sang pemilik kendaraan. Diantaranya sebagai berikut :

1. Mengeluarkan biaya yang banyak untuk ongkos pembongkaran dan pembelian komponen mesin yang rusak. Estimasi biaya  paling murah kisaran belasan juta.

2. Aktifitas yang terganggu karena mobil harus menginap dibengkel minimum 1 minggu lamanya. Seandainya ada sparpart yang harus indent maka waktu perbaikan bisa lebih lama lagi.

3. Nilai jual kembali akan semakin rendah karena nilai ke originaliras mesin yang sudah pernah dibongkar.

So, agar kendaraanmu tidak di OVER HOUL maka rajinlah melakukan perawatan berkala dan sering-seringlah melakukan pengecekan ringan pada mesin sebelum melakukan perjalanan.

Rabu, 24 Januari 2018

Jenis - jenis Thermostat Dan Cara Kerjanya Pada Pendingin Mesin Mobil

thermostat
Thermostat
Thermostat adalah salah satu komponen yang ada pada sistem pendingin mesin mobil. Fungsi komponen ini adalah untuk membuka dan menutup saluran air pendingin dari mesin ( water jacket ) ke radiator. Pembukaan  yang dilakukan oleh thermostat terjadi akibat dari suhu air pendingin yang panas, sedangkan thermostat akan kembali terutup jika suhu air dingin.

Adapun jenis - jenis thermostat yaitu :

A. Thermostat dengan katup By Pass ( gambar  A tertera diatas )
Komponennya :
1. valve
2. Cylinder
3. Bypass Valve
4. Wax
5. Jiggle Valve

B. Thermostat tanpa katup By Pass ( gambar B tertera diatas )
Komponennya :
1. valve
2. Cylinder
4. Wax
5. Jiggle Valve

Adapun cara kerja kedua jenis thermostat diatas adalah sebagai berikut :

1. Thermostat Tanpa Katup By Pass
cara kerja thermostat katup by pass
Thermostat tanpa  katup By Pass
Pada saat temperatur rendah ( mesin dingin)
Saluran air ke radiator ditutup oleh thermostat sehingga air  akan mengalir dari blok silinder ke pompa melalui saluran bypass. Dan akan dialirkan kembali ke mesin ( water jacket ).

Pada saat temperatur tinggi ( mesin panas )
Pada kondisi ini thermostat dalam kondisi terbuka. Akibatnya, air dari blok silinder akan mengalir ke radiator dan selanjutnya air akan mengalir ke pumpa akibat adanya sedotan dan dialirkan kembali ke blok silinder. Selain itu, air juga akan mengalir melalui selang By Pass masuk ke pumpa dan dialirkan ke blok silinder ( persisi sama seperti pada saat mesin dingin / thermostat tertutup ). Singkatnya, pada kondisi mesin tinggi maka air akan mengalir ke radiator dan selang by pass ( kerja ganda).


2. Thermostat Dengan Katup By Pas
thermostat dengan katup by Pass
Thermostat dengan katup by pass
Jika kita lihat sepintas dengan yang jenis thermostat tanpa katup By pass maka kelihatannya sama. Nanum jelas ini sangat berbeda letak posisi peletakkan thermostatnya. Jika thermostat tanpa katup by pass letaknya di saluran masuk radiator, maka thermostat yang mempunyai katup by pass letaknya di saluran buang radiator.

Pada suhu rendah ( mesin dingin )
Saluran bypass yang ada pada thermostat  terbuka,  sehingga arah alirannya airnya adalah  dari  Blok mesin – saluran bypass – Water Pump - Blok mesin.


Pada suhu tinggi (mesin panas)
Saluran bypass yang ada pada thermostat  tertutup sehingga alirannya  airnya menjadi dari
Blok mesin – radiator – Water Pump - Blok mesin ( tidak ada air yang melewati saluran bypass ). Akibatnya   pendinginan yang terjadi pada saat mesin panas lebih efektif.







Senin, 22 Januari 2018

Fungsi Sistem Pendingin Pada Mesin Mobil Dan Komponen - Komponennya

Komponen - komponen Sistem Pendingin

Keterangan pada gambar
1. Radiator
2. Resevoir tank
3. Radiator Cap
4. Cooling Fan
5. Water Pump
6. Thermostat

Banyak orang yang mengira bahwa sistem pendingin pada mesin mobil adalah untuk mendinginkan mesin mobil akibat panas yang dihasilkan dari pembakaran didalam ruang bakar. Ini merupakan pengertian yang salah besar, sebab sejatinya fungsi sistem pendingin bukanlah mendinginkan. Karena jika mesin mobil dalam keadaan dingin seterusnya maka akan menimbulkan efek buruk terhadap mesin mobil kita, salah satunya adalah terjadinya campuran gemuk udara bahan bakar yang mengakibatkan konsumsi bahan bakar akan selalu boros, dan itu bukan keinginan kita semuanya.

Jadi fungsi sistem pendingin pada mesin mobil yang sebenarnya adalah untuk mengatur suhu mesin agar selalu terjaga pada temperatur 80 - 90 derajat celcius. Suhu tersebut adalah suhu terbaik untuk mendapatkan hasil campuran udara dan bahan bakar yang tepat sehingga mesin juga akan menguarkan ternaga maksimal.

Sistem pendingin pada mesin terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Sistem Pendingin Udara
Sistem ini biasanya digunakan untuk mesin - mesin yang kecil yang menopang beban kerja tidak terlalu tinggi serta pemakain waktunya relatif tidak terlalu lama. Ciri - ciri mesin yang menggunakan sistem pendingin udara adalah desain pada bagian kepala silinder dilenggkapi degan sirip - sirip yang berfungsi sebagai penangkap udara.
sirip pada kepala silinder
Sirip pada kepala silinder


2. Sistem pendingin Air
Sistem pendingin air digunakan untuk mesin - mesin besar yang menopang beban kerja tinggi serta pemakaian waktunya lebih lama. Ciri - ciri mesin yang menggunakan sistem pendingin air adalah adanya radiator, dan pumpa air yang diputar oleh puly mesin. Dampak positif yang dihasilkan oleh sistem pendingin air adalah dapat meredam suara pembakaran yang terjadi di ruang bakar.
radiator pendingin
Radiator pendingin
Adapun fungsi komponen - komponen sistem pendingin yaitu :

a. Radiator 
Berfungsi untuk membuang panas pada air yang bersirkulasi didalam mesin melalui sirip - sirip yang ada pada radiator.

radiator
radiator



b. Water Pump ( Pumpa Air )
Untuk mensirkulasikan ( memompakan ) air pendingin mesin, dari radiator ke mesin
Biasanya pompa yang dipakai adalah jenis centrifugal, dan pompa ini digerakkan dengan tenaga mesin itu sendiri dengan perantaraan fan belt.

pumpa air
pumpa air


d. Thermostat
Berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air pendingin dari mesin ke radiator. Dimanan jika thermostat dalam posisi terutup, maka aliran air akan melewati selang by pas yang selanjutnya akan disirkulasikan kembali oleh pumpa air.

Baca juga :Jenis - jenis thermostat dan cara kerjanya

thermostat
thermostat

e. Cooling Fan ( Kipas Pendingin )
Untuk mensirkulasikan ( mengalirkan ) udara melalui sirip - sirip yang pada radiator. jenis penggerak Cooling fan yang digunakan pada mesin pendingin ada dua yaitu motor listrik dan mekanik (diputar oleh puly mesin ). 

  kipas pendingin
kipas pendingin


f. Tutup Radiator
Befungsi untuk menstabilkan tekanan yang ada pada radiator. Sebab, semakin panas air maka semakin tinggi tekanannya. 

tutup radiator
tutup radiator

g. Reservoir Tank
Berfungsi untuk menampung kelebihan air dari radiator pada saat terjadi pemuaian air didalam radiator, dan mengembalikan air ke radiator pada saat tekanan didalam radiator turun.
reservor Tank
reservor Tank

Kamis, 30 November 2017

Komposisi Pada Kendaraan Mobil

komposisi kendaraan mobil
Komposisi kendaraan mobil 
Setiap kendaraan mempunyai banyak komponen, dari banyaknya komponen - komponen pada kendaraan, terpadat beberapa komponen - komponen inti ( komposisi ). Begitu juga dengan kendaraan mobil yang terdiri dari beberapa komponen ( komposisi ) yang berfungsi saling berkaitan agar kendaraan dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh para pemiliknya. Selain aman, kenyamanan juga menjadi faktor penting.

Komposisi pada kendaraan mobil diantaranya yaitu :

1. Mesin 
mesin mobil

Mesin adalak komponen yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga, seperti kecepatan, torsi dan tenaga untuk memutarkan roda melalui poros pembantu. Mesin pada mempunyai jenis yang berbeda beda, seperti mesin bensin, mesin diesel, mesin tenaga listrik, mesin tenaga hidrogen dll.

2. Pemindah daya
pemindah daya
Pemindah daya pada kendaraan

Pemindah daya adalah komponen yang berfungsi untuk mentransferkan tenaga dari mesin ke roda - roda kendaraan. Yang termasuk pemindah daya pada kendaraan mobil diantaranya yaitu Transmisi, poros profeler dan diprensial. Kesemua komponen ini bekerja saling berkaitan satu sama lain.

4. Chasis 

chasis mobil
Chasis Mobil

Chasis adalah komponen pada kendaraan yang berfungsi sebagai penunjang faktor keamanan dan kenyamanan. Komponen - komponen yang termasuk dalam kategori chasis yaitu suspensi, sisten kemudi dan rem. Ketiga komponen ini bekerja tidak saling berkaitan dan mempunyai sistem kerja yang saling berbeda. Suspensi sebagai peredam getaran yang diterima oleh kendaraan akibat dari jalan yang tidak rata. Sistem kemudi berfungsi sebagai pengarah lajunya kendaraan yang dikendalikan oleh pengemudi. Sedangkan rem berfungsi untuk memperlambat dan memberhentikan kendaraan dimanapun berada sesuai dengan keinginan pengemudi.

5. Kelistrikan Mesin
kelistrikan mesin mobil
kelistrikan mesin mobil

Kelistrikan mesin berfungsi untuk mensuplai tegangan listrik ke komponen - komponen listrik pada mesin. Dimana kelistrikan mesin mempunyai keterkaitan akan kinerja mesin. Jika kelistrikan mesin ini tidak bekerja, maka mesin akan menjadi rusak dan lebih parahnya juga  tidak akan bisa hidup Contoh kelistrikan mesin yaitu pada sistem pengapian, sistem stater dan sistem pengisian. 

6. Kelistrikan Body

kelistrikan body
Kelistrikan body

Kelistrikan body merupakan komponen penunjang pada setiap kendaraan. Ada atau tidaknya sistem ini, kendaraan masih dapat hidup dan berjalan. Namun, faktor keamanan dan kenyamana tidak akan tercapai secara maksimal. Yang termasuk dalam kategori komponen - komponen kelistrikan body yaitu lampu kepala, lampu kota, lampu belok, lampu kabut, lampu rem dan  lampu kabin. Kesemuanya mempunyai fungsi yang berbeda - beda.

7. Body
body mobil

Body adalah komponen pelindung bagi para penumpang kendaraan. Selain sebagai faktor kenyamanan, body juga harus mempunyai tingkat keamanan yang tinggi dari ancaman kecelakanan ataupun benturan dari luar. Selain itu, body juga mempunyai faktor aerodimanis dan sebagai bentuk sebuah kendaraan yang mana faktor ini akan sangat berpengaruh terhadap daya jual sebuah kendaraan. Karena  dominan  masyarakat akan membeli mobil yang hanya dilihat dari bentuk bodinya saja.

Selasa, 28 November 2017

Pembongkaran, Pengukuran Dan Pemasangan Pompa Oli Mesin Mobil

Pompa oli memiliki peran yang sangat pintal pada sistem pelumasan. Komponen ini berfungsi menghisap oli dari panci oli lalu menekannya untuk diteruskan ke semua komponen - komponen yang akan dilumasi. Oleh sebab itu, mejaga performanya menjadi hal yang sangat penting agar tidak terjadi kerusakan - kerusakan komponen yang lain akibat tidak bekerjanya pumpa oli.

Apabila terjadi masalah pada pompa oli mesin mobil jenis HC, maka segeralah lakukan perbaikan dengan melihat panduan dibawah ini.

1. PEMBONGKARAN KOMPONEN

a. Melapas Tutup Pompa Oli
Dengan menggunakan impact screw driver ( obeng ketok ), bukalah baut penutup rotor dengan hati-hati.
membongkar pompa oli
Pembongkaran tutup pompa oli


b. Melepas Rotor Pumpa Oli
Lepas rotor pumpa oli dengan cara diangkat menggunakan tangan dan dialarang keras mencongkelnya.

Melepas rotor pompa oli
Melepas rotor pompa oli

c. Melepas Counter Pin / Pin Penahan Pegas
Gunakan Nedle Lose Plier  untuk melepas counter pin. Hal yang harus diperhatikan pada saat membuka yaitu, pastikan pegas ditahan dengan kain atau alat lain agar ketika  terbuka tidak loncat ke sembarang tempat.

melepas counter pin pompa oli
Melepas Counter Pin pompa oli

d. Melepas Relief Valve
   - Lepas penahan pegas
   - Lepas pegas
   - Lepas relief valve ( piston )
Hati – hati pada saat melepas piston.
Ada kalanya piston ini macet oleh adanya endapan karbon, apabila kita melepas piston dengan pemaksaan dapat menyebabkan Piston atau body pompa menjadi bocor untuk itu bersihkan terlebih dahulu silinder relief valve baru kemudian keluarkan piston dengan cara menariknya menggunakan jari tangan.

melepas relief valve
melepas relief valve



2. PEMERIKSAAN KOMPONEN

a.  Body Pumpa
Periksa body pompa dari kemungkinan :
   - Keretakan
   - Keausan

pemeriksaan body pompa oli
Pemeriksaan body ponpa oli

b. Periksa Rotor Set
Periksa rotor set dari kemungkinan keausan.
Pemeriksaan Rotor Set


c. Pemeriksaan Relief Valve
    - Periksa relief valve pompa oli terhadap keausan ataupun cacat
    -  Periksa juga kondisi lubang silinder relief valve pompa oli terhadap keausan ataupun cacat
pemeriksaan relief valve
pemeriksaan relief valve


d. Pemeriksaan Pegas Kompresi
   - Periksa pegas kompresi dari keausan
   -  Ukurlah panjang bebas pegas kompresi menggunakan vernier califer ( sesuai dengan spesifikasi )
Catatan : Jika panjang bebas  pegas kurang dari nilai spesifikasi atau terdapat cacat, maka gantilah pegas dengan yang baru.
pemeriksaan pegas kompresi
pemeriksaan pegas kompresi


e. Pemeriksaan Penahan Pegas Relief Valve
   - Periksalah penahan pegas dari kemungkinan keuasan dan cacat
   - Jika terdapat keausan ataupun cacat, maka gantilah dengan yang baru.

pemeriksaan penahan pegas kompresi
pemeriksaan penahan pegas kompresi

f. Pemeriksaan Kerja Relief Valve
   - Berikan oli pelumas pada relief valve
   - Beri pelumas pada silinder relief valve pada body pompa
   - Masukkan relief valve ke dalam silinder
   - Perhatikan apakah relief valve dapat masuk dengan mudah serta dapat gergerak dengan lancar             dan    tidak macet.
   - Periksa apakah relief valve terlalu longgar terhadap body
pemeriksaan kerja relief valve
pemeriksaan kerha relief valve

g. Pengukuran Celah Body, Celah Ujung dan Samping
Untuk dapat melakukan pengukuran celah body, celah ujung dan celah samping maka pompa oli harus dirakit terlebih dahulu.
Prosedur merakit pompa oli :
   - Berikan minyak pelumas mesin pada body pompa tempat dudukan rotor.
   - Berikan pelumas pada rotor set
   - Masukkan rotor set ke dalam body pompa dengan tanda titik yang terdapat pada rotor set                     menghadap keluar ( pada saat terpasang tanda dapat terlihat secara langsung ) .
pengukuran celah body, celah samping dan celah ujung pumpa oli
Pengukuran celah body, samping dan ujung pompa oli


h. Pemeriksaan Tutup Pumpa Oli
Pemeriksaan ini dilakukan secara visual . Tujuannya untuk melihat adanya keausan dan kerusakan pada tutup pompa oli.
pemeriksaan tutup pompa oli
pemeriksaan tutup pompa oli


3. PEMASANGAN KOMPONEN

Sebelum merakit semua komponen pompa oli, pastikan semua komponen sudah dalam kondisi bersih. Keringkan setiap komponen menggunakan udara yang bertekanan ( kompresor ).

a. Memasang Relief Valve
   - Berikan oli pada relief valve
   - Masukkan relief valve ke silinder bodi pompa
   - Masukkan pegas dan penahannya ke dalam silinder bodi pompa
   - Sisipkan cotter pin yang baru bodi pompa dengan menekan pegas & tekuk cotter pin.
merakit relief valve
merakit relief valve


b. Memasang Rotor Set
Sebelum dipasang, beri minyak pelumas pada rotor . Rakit rotor set ke body pompa dengan tanda titik menghadap keluar ( ke arah badan kita ).

merakit rotor set
merakit rotor set


c. Memasang  Tutup Pompa Oli
Pasang tutup pompa oli. Kencangkan baut tutup pompa sesuai dengan spesifikasinya.

memasang tutup pompa oli
memasang tutup pompa oli





Senin, 27 November 2017

Fungsi Oli Mesin Dan Klasifikasinya

fungsi oli mesin
Fungsi Oli Mesin

Oli mesin melumasi berbagai macam part-part bagian dalam mesin. Oli mesin memiliki empat fungsi utama sebagai berikut:
1. Melumasi
2. Mendinginkan
3. Membersihkan
4. Merekatkan
Metode-metode klasifikasi yang menunjukkan karakteristik oli mesin adalah sebagai berikut:
a. SAE
b. API / ILSAC
c. ACEA

viskositas oli mesin
Viskositas oli mesin
 Klasifikasi viskositas oli berdasarkan indeks SAE:
Indeks ini menunjukkan temperatur ambient dimana oli tertentu dapat digunakan. (Sebagai contoh: "10W-30"). Semakin besar angkanya, semakin tinggi viskositas oli.

Oli dengan indeks viskositas yang menunjukkan rentang seperti SAE 10W-30 disebut oli "multi-grade" .
Semakin rendah angkanya, seperti "10," maka semakin kecil kemungkinan oli untuk mengeras pada temperatur rendah. Semakin tinggi angka kedua, seperti "30," semakin kecil kemungkinan oli menjadi kurus pada temperatur tinggi.
"W" berarti musim dingin ("winter"), menunjukkan bahwa viskositas ini adalah untuk penerapan pada temperatur rendah.


kualitas oli mesin bensin
Kualitas oli mesin bensin


Klasifikasi berdasarkan kualitas

Klasifikasi kualitas oli API:
Menunjukkan batas kondisi pengendaraan dimana oli dapat menahannya. Untuk mesin bensin, oli diklasifikasikan berdasarkan tingkat dari SA sampai SL, meskipun SE atau tingkat yang lebih tinggi digunakan pada kendaraan. Tingkat SL adalah oli berkualitas paling tinggi.* Untuk mesin diesel, oli diklasifikasikan berdasarkan tingkat dari CA sampai CF-4, dengan CF-4 sebagai oli yang berkualitas paling tinggi.

Klasifikasi kualitas oli ILSAC:
Oli-oli ini telah lulus uji konsumsi bahan bakar ILSAC dan standar API.
Oli-oli tersebut diklasifikasikan ke dalam tingkat GF-1 dan GF-2 sesuai dengan performa penghematan bahan bakarnya. GF-2 adalah tingkat yang paling tinggi.

Jumat, 24 November 2017

Mengenal Kode Kekentalan Oli SAE 5W - 30

SAE OLI MOBIL
SAE OLI

Memilih oli berkualitas ada cara paling ampuh untuk merawat mesin mobil anda menjadi bertenaga dan tahan lama. Banyaknya jenis oli yang dijual dipasaran, mengakibatkan kita sebagai orang awam agak sedikit bingung tentang perbedaan kwalitas diantara jenis oli yang dijual. Selain itu, oli - oli yang ada dipasaran juga mempunyai kode - kode beraneka ragam yang menambah rasa kebingungan yang akhirnya tidak pernah terjawab.

Baca juga : fungsi komponen - komponen sistem pelumasan pada mesin mobil dan cara kerjanya.

Salah satu kode yang ditampilkan dengan sangat gamblang dibagian merek oli adalah kode kekentalan oli. Dimana setiap oli mempunyai nilai kekentalan yang berbeda - beda sesuai dengan fungsi oli tersebut apakah akan dipakai untuk mesin atau komponen lain yang bekerja pada kendaraan.
SAE Oli
SAE Oli

Semakin besar nilai kekentalan oli, maka oli tersebut semakin padat. Sebaliknya, semakin kecil nilai kekentalan oli, maka kondisi oli semakin sangat encer. Kode ini bertuliskan SAE ( Sociate Of Automotive Enggineering ). Seperti yang terlihat pada gambar diabwah ini.

Lebih lanjutnya pada kemasan oli juga tertuliskan 5W - 30. Apa maksudnya ?

5  W Artinya : Pada suhu -20oC,   kekentalan oli  tersebut sama dengan oli SAE 10 yang didinginkan   minus 20 dejarat Celcius.


40 Artinya : Pada suhu +100oC,    kekentalan oli tersebut sama dengan oli SAE 40 yang panaskan +  100 Celcius.

Jadi pada kesimpulannya, oli yang mempunyai kode seperti diatas maka oli ini bisa berubah - ubah kekentalannya sesuai dengan suhu disekitarnya.

Oli mesin untuk mesin diesel dan bensin berbeda. Tekanan kompresi dan pembakaran di dalam mesin diesel sangat tinggi, dan daya yang besar diberikan pada part-part yang berputar. Oleh karena itu, oli mesin yang digunakan pada mesin diesel harus membentuk film oli yang sangat kuat. Akan tetapi, baru-baru ini telah diproduksi tipe oli untuk kedua mesin diesel dan bensin. Oli mesin menurun tingkatnya dikarenakan oksidasi atau panas, dan harus diganti secara berkala.



Fungsi Komponen - Komponen Pelumasan Pada Mesin Mobil Dan Cara Kerjnya


Mesin terdiri dari banyak komponen yang terbuat dari bahan logam, dimana setiap komponen  bergerak dan saling bersentuhan satu sama lainnya. Seperti poros engkol (Crankshaft), poros bubungan (connecting rod), dan komponen mekanisme katup. Pada saat mesin bekerja, gesekan antar komponen yang saling bersinggungan membuat mesin kehilangan tenaga, dan keausan dari komponen, bahkan mesin dapat berhenti beroperasi. Hal ini terjadi karena setiap komponen akan panas dan memuai sehingga tidak dapat bekerja dengan baik.  Oleh karena itu, dibutuhkanlah pelumasan  untuk  mencegah kontak langsung antara dua logam yang bergesekan. 

Mengurangi gesekan
Mencegah deposit
Mencegah korosi bearing
Memiliki shear stability yang mantap
Stabil pada temperature tinggi(Oksidasi/degradasi )
Mencegah keausan valve train, cylinder liner, piston dll
Fluiditas temperature rendah yang baik
Volatilitas rendah (oil consumption rendah)


sistem pelumasan pada mobil
Aliran sistem pelumasan pada mesin mobil
Keterangan nomor pada gambar : 

1. Oil Pan ( Panci Oli )
Berfungsi sebagai wadah oli, dimana pada bagian bawah oil pan ada sebuah baut yang berfungsi sebagai saluran pembuangan pada saat oli diganti. 

2. Oil Strainer ( saringan oli kasar )
Berfungsi sebagai saringan oli kasar yang menyaring oli langsung dari panci oli sebelum disalurkan ke saringan oil filter. 

3. Oil Pump ( Pumpa Oli )
Berfungsi menghisap oli dari panci oli melalui oil strainer dan menekannya menuju oil filter sebelum disalurkan ke semua komponen-komponen mesin. 

4. Oil Stick ( Stick Oli )
Berfungsi sebagai pengontrol volume oli dan kwalitas oli dari luar mesin. 

5. Oil Pressure Swith ( switch tekanan oli )
Berfungsi sebagai penanda volume oli pada mesin. Dimana pengemudi hanya cukup melihat lampu oli pada dasbord yang ada didalam cabin. Pada kondisi normal, lampu oli  akan hidup pada saat mesin Off, dan mati pada saat mesin berputar ( On). Jika yang terjadi sebaliknya, maka terjadi malfungsi pada volume oli.

6. Oil Filter ( saringan oli )
Berfungsi menyaring oli yang berasal dari oil strainer yang selanjutnya akan disalurkan ke semua komponen - komponen mesin melalui lubang - lubang oli  kecil pada komponen mesin. 

Sifat oli mesin yaitu : 
a. Sebagai pelumas
b. Bersifat pendingin 
c. Sebagai perapat
d. Sebagai pembersih 

Sedangkan syarat - syarat oli mesin yaitu : 
a. Kekentalan tepat
b. Kekentalan stabil terhadap pengaruh suhu
c. Sesuai dengan penggunaan metal 
d. Tidak merusak komponen 
e. Tidak berbusa

Penampang cara kerja sistem pelumasan

Oli yang berasal dari saringan oli halus akan tersalurkan ke semua komponen mesin yang bergesekan melalui Oil Hole ( lubang oli ) yang terdapat pada setiap komponen mesin. Oli akan melumasi setiap komponen dengan membentuk Oil film ( lapisan oli tipis yang meyelimuti komponen ) yang melindungi lapisan logam terhadap kontak langsung antar logam. Akibatnya, teperatur komponen 
akan tetap terjaga pada kondisi normal. 

Setelah mesin mati, maka oli tidak akan bersirkulasi ke setiap komponen  mesin. Yang terjadi oli akan turun ke oil pan. Dimana pada kondisi ini, oli membantu mengumpulkan serbuk -serbuk halus dari hasil gesekan setiap komponen mesin yang sangat tipis yang nantinya akan terbuang bersama-sama pada saat terjadi penggantian oli. 

Jumat, 03 November 2017

Mengenal Komponen-kompoenen Mesin Yang Tidak Bergerak Beserta Fungsinya

komponen-komponen mesin
Penampang Mesin
Mesin merupakan komponen utama penghasil tenaga pada mobil yang sangat begitu penting fungsinya. Bagus atau tidaknya sebuah kendaraan bisa dilihat dari kondisi mesin yang ditanamkan pada kendaraan tersebut. Sebagai penghasil tenaga, mesin terdiri dari ratusan komponen yang menempel padanya.

Adapun komponen-komponen yang ada pada mesin dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1. Komponen mesin yang tidak bergerak
2. Komponen mesin yang bergerak.

Komponen mesin yang tidak bergerak yaitu komponen mesin yang memang hanya diam saja ketika mesin tersebut bekerja. Oleh karena itu, komponen-komponen ini jarang ada kerusakan dibanding komponen-komponen yang bergerak.

Sedangkan komponen-komponen yang bergerak yaitu komponen mesin yang bergerak ketika mesin bekerja dan tidak akan bergerak pada saat mesin mati. Oleh karenanya, komponen-komponen ini lebih bekerja keras dibanding komponen yang tidak bergerak.

Pada kesempatan kali ini, kita coba akan mengenali komponen-komponen yang tidak bergerak pada mesin beserta fungsinya.

1. Blok Silinder ( Cylinder Block )


silinder blok mesin
Silinder blok mesin
Berfungsi sebagai tempat piston berkerja naik turun pada lubang silinder untuk menghasilkan tenaga.. Agar konstruksi silinder kuat dan tahan terhadap benturan, maka konstruksinya dilengkapi dengan tulang ( rib ). Pada silinder blok juga terdapat water jacket sebagai tempat saluran air pendingin.

2. Kepala Silinder ( Head Cylinder )


silinder head
Silinder Head
Silinder Head adalah komponen yang menopang kerjanya komponen katup. Pada silinder head terdapat beberapa komponen diantaranya yaitu saluran masuk, saluran buang, water jacket dan lubang busi.

3. Panci Oli ( Oil Pan )
Panci Oli
panci Oli
Panci oli atau oil pan berfungsi sebagai wadah oli yang terletak pada bagian paling bawah mesin. Pada panci oli terdapat baut pembuangan oli yang berfungsi sebagai keran pembuangan oli. Selain itu, panci oli pada bagian dalam dipasang sparator yang berfungsi

4. Tutup kepala silinder ( Cylinder Head  Cover )

tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder
Tutup kepala silinder berfungsi sebagai penutup pada bagian atas mesin. Komponen ini sangat mudah untuk dilepas dan dipasang kembali. Pada tutup kepala silinder terdapat lubang pengisi oli yang terbuat dari material plastik dan mudah untuk dibuka hanya dengan menggunakan tangan. 

5. Saluran Masuk ( Intake Manifold )
saluran masuk
Saluran masuk
Saluran masuk berfungsi sebagai jalur masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Saluran masuk terhubung dengan karburator pada mesin konvensional dan terhubung dengan intake chamber pada mesin EFI. Ada sebagian desain intake manifold didalamnya terdapat saluran air pendingin. Dengan adanya desain ini, maka saluran udara dan bahan bakar menjadi dingin dan sangat bermanfaat bagi kepadatan campuran yang masuk. 

6. Saluran Buang ( Exhaust Manifold )
saluran buang
Saluran buang
Saluran buang pada mesin berfungsi sebagai saluran pembuangan sisa-sisa pembakaran yang berasal dari ruang bakar. Saluran ini sangat panas, karena berkaitan dengan suhu panas yang tinggi. Oleh karena itu, biasanya saluran exhaust dilapisi oleh plat khusus yang berfungsi melindungi komponen ini agar tidak membahayakan bagi para teknisi. Saluran buang terhubung langsung ke knalpo    (Mufler ).