Senin, 06 Maret 2017

Hubungan Antara Voltage, Arus dan Resistensi


Hubungan antara voltase, arus dan resistansi dapat di ilustrasikan seperti aliran air, sebagaimana tampak pada gambar.

A. Voltase dan Arus 


Alat pada gambar menunjukkan bagaimana kecepatan putaran roda air berubah dengan mengubah volume air pada tangki sebelah kiri. Ini berarti bahwa kecepatan aliran air berubah sesuai dengan perubahan tekanan air di dalam tangki.
Bila fenomena air ini digantikan dengan listrik, maka volume air (tekanan air) adalah voltase, dan aliran air adalah arus listrik.

B. Arus dan Resitensi


Kekuatan arus air berubah sesuai tingginya pintu di antara tangki dan roda air. Akibatnya, kecepatan putar roda berubah.
Pintu ini ekuivalen dengan resistansi pada sirkuit listrik.

C.  Arus, Voltase dan Resistensi


Meningkatkan volume air dalam tangki akan meningkatkan kecepatan putar roda. Pada sisi lain, menurunkan pintu untuk menghalangi aliran air akan menurunkan kecepatan putar roda. Dengan begitu, hal ini memungkinkan untuk mengatur kecepatan putar roda dengan mengatur tekanan air dan ketinggian pintu.


Sama halnya dalam sirkuit listrik, banyaknya kerja yang dialokasikan ke berbagai peralatan listrik dapat atur dengan merubah nilai resistansi atau voltasenya.

Dasar - dasar Kelistrikan

Peralatan listrik  telah digunakan pada beberapa bagian mobil, tentu dengan berbagai macam fungsi.
Sewaktu arus listrik mengalir melalui resistor, arus ini mempengaruhi resistor dan dapat menghasilkan beberapa fungsi.

Peralatan listrik memanfaatkan fungsi-fungsi ini sesuai dengan tujuannya dengan merubah listrik menjadi kerja.

Fungsi listrik
1.Fungsi pembangkit panas
   Panas dihasilkan dengan mengalirnya listrik melalui resistor, seperti pada pemantik api, fuse.
2. Fungsi penghasil cahaya
   Cahaya dihasilkan sewaktu listrik mengalir melalui resistor, seperti pada bola lampu.
3. Fungsi magnetis
   Gaya magnet dihasilkan sewaktu listrik mengalir melalui konduktor atau kumparan, seperti pada       ignition coil, alternator, injector.

Aliran Listrik Pada Penghantar
Semua bahan terbentuk dari atom-atom, yang dibangun dari inti atom (nucleus) dan elektron. Atom logam mengandung elektron-elektron bebas.
Elektron bebas adalah elektron yang dapat bergerak leluasa dari atom-atomnya.
Perpindahan elektron-elektron bebas ini pada atom logam menghasilkan listrik.
Ini artinya, listrik yang mengalir melalui rangkaian listrik adalah elektron yang bergerak dalam konduktor.

Sewaktu voltase dipasangkan pada kedua ujung logam (konduktor), elektron bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Aliran ini berlawanan dengan aliran pada arus listrik.
Tiga elemen listrik

Listrik terdiri dari tiga elemen dasar:
1.Arus
Ini adalah aliran arus pada sirkuit listrik.
Satuan: A (amper)
2.Voltase
Ini adalah gaya listrik yang menggerakkan arus melalui sirkuit listrik. Semakin besar voltasenya, semakin besar arus yang mengalir melalui sirkuit itu.
Satuan: V (volt)
3.Resistansi
Ini adalah kebalikan dari aliran arus.
Satuan: Ω (ohm)


Tujuan Service Berkala Pada Kendaraan


Sebuah kendaraan dirancang dari sejumlah besar part-part, yang dapat menjadi aus, lemah atau berkarat sehingga menurunkan performa kendaraan, yang tergantung pada kondisi atau lamanya penggunaan. Part-part yang berperan dalam penurunan performa, memerlukan perawatan berkala, oleh karena itu lakukan penyetelan atau penggantian untuk mempertahankan performa.

Dengan melaksanakan perawatan berkala, hal-hal berikut dapat terwujud, sehingga kepercayaan pelanggan terjaga:


  • Masalah yang lebih besar dengan kendaraan pelanggan di kemudian hari dapat dihindari.
  • Kendaraan dapat dipelihara dalam kondisi yang memenuhi persyaratan peraturan yang ditetapkan.
  • Kendaraan menjadi lebih awet.
  • Pelanggan dapat menikmati pengendaraan yang aman dan ekonomis. 
1. Internal Internal

Interval servis ditentukan berdasarkan jarak yang ditempuh dan jangka waktu sejak servis sebelumnya.

Sebagai contoh: bila jadual perawatan untuk part tertentu disebutkan 40,000 km atau 24 bulan, berarti perawatan jatuh pada salah satu kondisi tersebut. Dan kendaraan akan diservis dengan merujuk pada salah satu ketentuan sebagai berikut:

Pengendaraan 40,000 km/12 bulan, setelah servis sebelumnya, atau pengendaraan 5,000km/24 bulan setelah servis sebelumnya. 

2. Jadual Service
Bila kendaraan digunakan pada kondisi berikut ini, perawatan yang lebih sering harus dilakukan:

1. Kondisi Jalan
Jalan kasar atau sangat berlumpur, jalan dengan salju mencair, jalan sangat berdebu.

2. Kondisi Pengendaraan

a. Kendaraan yang digunakan untuk menarik gandengan, atau untuk menarik  kendaraan kemah (camper) atau kendaraan pembawa barang (car-top carrier)

b. Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan singkat yang berulang-ulang sepanjang 8 km atau kurang pada suhu di bawah titik beku

c. Kendaraan yang digunakan untuk patroli polisi, taxi atau panggilan dari rumah ke rumah, yang dibiarkan idle dalam waktu yang lama atau hidup untuk jangka waktu lama atau menempuh jarak tambahan pada kecepatan rendah

d. Kendaraan yang dijalankan selama lebih dari 2 jam pada kecepatan tinggi (80% kecepatan dengan kecepatan maksimum kendaraan)

Filosofi 5 S Pada Perusahaan Jepang


5 S merupakan kunci utama yang diterapkan pada Perusahaan -perusahaan Jepang pada umumnya. Filosofi ini hampir diterapkan diseluruh bagian-bagian pekerjaan agar pekerjaan dapat dilakukan dengan waktu yang tepat dan hasil yang maksimal. Di Indonesia, Filosofi ini lebih dikenal dengan istilah 5R. 5R merupakan singkatan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin.

Berikut ini merupakan komponen-komponen dari fioslofi 5S,

1. SEIRI ( Ringkas )

Ini adalah sebuah proses untuk mengidentifikasikan apakah item-item tertentu diperlukan, dan item-item mana yang tidak diperlukan dapat dengan segera dibuang agar tempat dapat digunakan dengan efisien.


  •  Atur dan gunakan semua item, apakah itu item peralatan, part, ataupun informasi sesuai dengan kebutuhannya.
  •  Tentukan area untuk membuang item-item yang tidak diperlukan. Kumpulkan benda-benda yang  tidak diperlukan di tempat kerja, kemudian skraplah (scrap).
  •  Menyimpan benda-benda secara berhati-hati sama pentingnya dengan menbuang benda-benda  yang tidak diperlukan.


2. SEITON ( Rapi )

Ini adalah sebuah proses pemilahan peralatan dan part-part dengan cara mengaturnya untuk memudahkan penggunaan.

  •  Letakkan benda-benda yang jarang digunakan di area terpisah.
  • Letakkan benda-benda yang kadang-kadang digunakan di tempat kerja Anda.
  •  Letakkan benda-benda yang sering Anda gunakan di dekat Anda.



3. SEISO ( Resik)

Ini adalah sebuah proses untuk menjaga agar segala sesuatu yang ada di tempat kerja tetap bersih. Selalu jaga perlengkapan agar tetap teratur sehingga dapat digunakan kapan saja.

Tempat kerja yang kotor adalah merupakan cerminan penghargaan diri Anda yang rendah. Buatlah menjadi sebuah kebiasaan untuk menjaga kebersihan tempat kerja.

4. SEIKETSU ( Rawat )

Ini adalah sebuah proses untuk menjaga kondisi SEIRI, SEITON, dan SEISO sebagai usaha untuk mencegah timbulnya berbagai macam masalah. Ini adalah juga sebuah proses untuk menjaga agar tempat kerja Anda tetap bersih dengan cara mengklasifikasikan segala sesuatunya dan membuang item-item yang tidak diperlukan.


  •  Semua faktor yang berperan dalam menjaga kebersihan tempat kerja adalah: warna, bentuk, dan layout semua item, penerangan, ventilasi, rak display, dan kebersihan pribadi.
  •  Bila tempat kerja memiliki lingkungan yang menyegarkan dan terang, maka tempat kerja dapat   memberikan suasana yang menyenangkan bagi pelanggan. 


5. SHITSUKE ( Rajin )



Ini adalah sebuah proses yang melibatkan pemberian pelatihan kepada seseorang agar merasa bangga menjadi karyawan.


  •  SHITSUKE membentuk sebuah dasar budaya dan adalah merupakan suatu persyaratan minimum untuk menjaga keharmonisan di dalam masyarakat.
  • SHITSUKE adalah suatu pelatihan untuk mempelajari peraturan-peraturan. Melalui pelatihan ini, seseorang akan merasa berharga menjadi karyawan. Seseorang yang merasa berharga menjadi karyawan  adalah seseorang yang pengertian terhadap orang lain, tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman, dan dapat berbuat kebaikan tanpa ada habis-habisnya. 

Kamis, 16 Februari 2017

Cara Kerja Turbo Charge Pada Mesin Diesel


Turbo charger Pada Kondisi Normal

Dalam perkembangan teknologi otomotif saat ini, terutama pada kenderaan diesel sudah hampir semua menggunakan  Turbo Charge, terutama pada kenderaan komersil. Peran penting yang dihasilkan oleh Turbo Charge sangat berarti besa, Mengapa?

Turbo Charge yaitu suatu mekanisme pembantu dalam sistem (suction) pemasukan udara dimana sistem ini digerakkan oleh gas buang yang memutarkan tubin diantara pipa gas buang. Dalam fungsinya Turbo Charge yaitu memampatkan udara masuk yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga (power) yang besar.

Turbo Charger Pada Kecepatan Rendah

Pada prinsipnya udara yang yang dipanaskan akan menghasilkan panas yang lebih di banding udara luar, sehingga besar kemungkinan tinbulnya Nox pada gas buang yang timbul akibat suhu di ruang bakar dia atas 1800⁰C yang mana ini sangat berbahaya bagi alam. Untuk mengurangi Nox pada gas buang maka ditambahkan suatu alat yaitu EGR (Exhaust Gear Recullation) yang berfungsi mensirkulasikan Nox yang timbul pada sistem pembakaran setelah keluar di saluran pembuangan akan di bakar kembali ke dalam ruang bakar.

Turbo Charger Pada Kecepatan Tinggi


Pada saat ini sistem yang menggunakan Turbo Charge biasanya sudah dilengkapi dengan Intercoolar / pendingin  yang mana ini adalah sistem tambahan  yang berfungsi mendinginkan udara yang dimampatkan. Pada kenyataannya udara yang dingin itu molekulnya lebih padat di bandingkan udara panas. Sehingga  akan menghasilkan power/tenaga  yang besar.

Perbedaan kendaraan yang menggunakan Turbo Charge Intercoolar dengan kenderaan diesel biasa yaitu apabila kenderaan mempunyai CC  yang sama, kendaraan yang menggunakan turbo akan. menghasilkan tenaga yang lebih besar dibanding dengan yang tidak menggunakan.

Selasa, 14 Februari 2017

Jenis - jenis Rem Tromol ( Drum Brake )


Rem tromol atau drum brake adalah jenis rem pada kendaraan yang masih digunakan hingga saat ini. Pengopresiannya biasanya digunakan untuk jenis pengermanan roda bagian belakang. Ketika brake linning bergesekan dengan brake drum, panas yang ditimbulkan dapat mencapai 200 ~ 300 derajat Celcius.

Adapun jenis-jenis rem tromol yaitu :

1. Leading And Trailing
Jenis rem tromol Leading and trailing
Satu wheel cylinder dengan dua piston yang mendorong brake shoe bagian atas untuk menekan tromol. Pada Jenis rem ini, bagian leading shoe lebih cepat habis dibanding bagian trailing shoe.

2. Two Leading

Jenis Rem tromol Two Leading Shoe

Tipe ini mempunyai dua wheel cylinder yang masing – masing memiliki satu piston. Keuntungan adalah  pada saat kendaraan bergerak maju,  kedua sepatu rem  menjadi leading sehingga rem. menjadi lebih pakem. 

3. Dual Two Leading

Jenis rem tromol dual two leading
Tipe ini mempunyai dua wheel cylinder yang masing – masing memiliki dua piston.  Efek pengereman yang terjadi sangat baik pada saat kendaraan maju maupun mundur.  

4. Uni Servo
Jenis Uni Servo 

Tipe ini mempunyai satu wheel cylinder dengan satu piston. Dan  pada  Adjusting silinder (penyetel silnder)  dapat bergerak bebas.
Keuntungan :
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading
Kerugiannya  :
Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing

5. Duo Servo 
Jenis Rem Tromol Duo Servo

Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe Uni servo. Jadi rem jenis ini menggunakan satu wheel cylinder dengan dua piston dan adjusting cylinder yang dapat bergerak bebas. Sehingga pada saat kendaraan bergerak maju atau mundur kedua sepatu rem berfungsi sebagai leading shoe

Cara Mudah Menghitung Tekanan Pada Rem

Pada rem jenis hidrolik, media yang digunakan untuk menekan setiap komponen piston yaitu cairan. Oleh karena itu, untuk menghiutng setiap tekanan pada rem kita bisa menggunakan prinsip-prinsip hukum pascal. Didasarkan pada prinsip tuas yang merubah gaya penekanan pedal yang kecil menjadi besar.

"Tekanan zat cair akan diteruskan ke segala arah dengan tekanan yang sama besar"


Tekanan dibangkitkan oleh master silinder dan diteruskan ke pipa – pipa saluran dan ke silinder roda


Rumus hukum pascal
Keterangannya :
A – Jarak pedal ke fulcrum(cm)
B – Jarak pushrod ke fulcrum(cm)
F1 – Gaya penekanan pedal(kg)
F2 – Gaya pushrod(kg)

Tekanan pada rem

Penjelasan : 

a. Silinder 1   
20 / 10 x 300 = 600 Kg

b. Silinder 2 
20 / 10 x 300 = 300 Kg

c. Silinder 3 
5 / 10 x 300 = 150 Kg